Homili Misa Hari Raya Perawan Maria Diangkat Ke Surga,Minggu 10 Agustus 2025

August 26, 2025

Bacaan Injil Lukas 1 : 46-47

 

Dalam Perayaan Maria Diangkat ke Surga, kita semua diundang untuk meneladani Maria. Ada dua hal yang dapat diteladani, yaitu pertama Maria adalah pribadi yang senang mengunjungi. Setelah menerima kabar sukacita dari malaikat Gabriel bahwa Maria akan mengandung Putera Allah, Maria tidak menyimpannya untuk dirinya sendiri; Ia segera mengunjungi Elisabet saudaranya, agar Elisabet juga mendapatkan  berkat Tuhan seperti Maria, terbukti ketika Maria mengucapkan salam kepada Elisabet, Elisabet beserta bayi yang ada di dalam kandungannya juga ikut bergembira. Berkunjung kepada orang lain dan berbagi berkat adalah sebuah tindakan konkret Maria untuk menunjukkan imannya yang hidup. Saling mengunjungi adalah salah satu sikap Maria yang pantas untuk kita teladani. Kedua, Maria adalah pribadi yang peduli kepada orang miskin dan sederhana. Elisabet digambarkan sebagai simbol orang yang sederhana dan memerlukan kasih serta perhatian. Maria menunjukkan kasih kristiani kepada mereka yang miskin atau terpinggirkan. Sikap Maria yang penuh perhatian kepada orang biasa, bahkan yang miskin dan terabaikan juga harus menjadi teladan bagi kita sebagai orang katolik.

Mengutip ucapan Bapa Paus Fransiskus ketika datang ke Indonesia, yaitu apabila kamu mau melihat Tuhan maka datanglah kepada orang miskin, tetapi bukan sekadar datang mengunjungi dan memberikan bantuan materi,  melainkan datanglah kepada mereka, peganglah tangannya, lihatlah matanya. Hadirlah kepada mereka yang membutuhkan  dan perhatikanlah mereka dengan tulus.

Marilah kita memohon anugerah Roh Kudus agar mampu mewujudkan teladan Maria dalam kehidupan sehari-hari.