HOMILI HARI RAYA NATAL, 25 DESEMBER 2025

January 7, 2026

HOMILI HARI RAYA NATAL

25 DESEMBER 2025

Bacaan Injil: Yoh 1:1–18

RP. Y. T. M. Puji Nurcahyo, CM

Hari Raya Natal memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua. Natal adalah perayaan penuh sukacita atas kehadiran Allah yang nyata di tengah-tengah umat manusia melalui kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Peristiwa suci yang terjadi di Kota Betlehem ribuan tahun silam bukanlah sekadar kisah sejarah, melainkan membawa pesan iman yang abadi bagi setiap zaman. Yesus hadir ke dunia melalui sebuah keluarga sederhana, yaitu Keluarga Kudus Nazareth. Inilah yang menjadi tanda yang sangat kuat bahwa Allah ingin hadir secara nyata di dalam kehidupan keluarga, untuk menyucikan, menyertai, dan memberkati setiap keluarga tanpa terkecuali.

Dalam suasana Natal yang penuh damai dan sukacita ini, kita kembali diingatkan akan indah dan kuatnya kuasa berkat di dalam keluarga. Keluarga adalah tempat pertama di mana iman, kasih, dan nilai kehidupan ditanamkan. Orang tua memiliki panggilan yang sangat mulia sebagai saluran berkat bagi anak-anak mereka. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu ragu atau merasa sungkan untuk mendoakan, memberkati, dan membimbing anak-anaknya, sebab kuasa tersebut telah dianugerahkan langsung oleh Tuhan sendiri demi pengudusan keluarga.

Di sisi lain, anak-anak pun memiliki peran yang tak kalah penting. Mereka secara khusus dipanggil untuk menjadi berkat bagi orang tua, salah satunya melalui doa-doa yang tulus dan sikap hidup yang penuh hormat serta kasih. Bahkan, dalam kesederhanaan mereka, anak-anak sering kali dapat menjadi ā€œjuru damaiā€ yang menghadirkan kesejukan dan ketenangan, terutama ketika suasana rumah sedang diliputi ketegangan. Kita diingatkan bahwa berkat orang tua tidak pernah memiliki masa kedaluwarsa, setua apa pun seorang anak, doa dan restu orang tua akan selalu menjadi kekuatan yang menyertai langkah hidupnya.

Ketahanan dan keutuhan keluarga Katolik, yang berpegang teguh pada nilai kesetiaan dan tidak mengenal perceraian, bukanlah semata-mata hasil dari kekuatan manusia. Semua itu terjadi karena penyertaan Allah yang setia dan tak pernah meninggalkan umat-Nya. Namun, penyertaan Allah tersebut menuntut keterbukaan hati dari setiap anggota keluarga. Ketika kita menutup diri, keras kepala, dan hanya berjalan menurut kehendak sendiri, maka rahmat Allah sulit bekerja secara utuh dalam kehidupan kita.

Sejalan dengan tema Natal tahun ini, ā€œAllah Datang untuk Menyelamatkan Keluargaā€, marilah kita kembali menyerahkan keluarga kita sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan, dengan meneladani Keluarga Kudus Nazaret yaitu Yusuf, Maria, dan Yesus. Semoga keluarga-keluarga kita senantiasa dilimpahi kesehatan, keteguhan iman, sukacita sejati, serta damai sejahtera yang terus bertumbuh dan berkelanjutan. Kiranya Natal ini menjadi momen pembaruan bagi setiap keluarga untuk semakin saling mengasihi dan semakin bersandar kepada Allah yang selalu hadir dan setia.

Penulis: Irene Desira L. Tobing