HOMILI HARI MINGGU BIASA XXXIII,16 November 2025

November 19, 2025

HOMILI MINGGU BIASA XXXIII, 16 November 2025

Bacaan Injil : Lukas 21:5-19
Homili : RP. Willibrordus Murdani, CM

Mengapa kita ditebus oleh Tuhan? Kata tebusan dapat diartikan sebagai pegadaian. Dan seperti pegadaian, tentu barang yang ditebus adalah barang yang berharga. Tuhan Yesus bersabda, “Tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.” Ini mengungkapkan bahwa di hadapan Tuhan kita berharga. Yang perlu kita maknai di dalam diri kita adalah bahwa keberhargaan itu kita alami bukan hanya karena Tuhan mencintai kita saja tetapi juga karena Ia menjadi pembela kita, bahkan menyediakan tempat bagi kita.

Keberhargaan menjadi perjuangan setiap orang karena seseorang berusaha membuat dirinya menjadi berharga. Orang yang bunuh diri adalah orang yang merasa dirinya tidak berharga, karena ia tidak menghargai dirinya sendiri. Sebaliknya, ada juga orang yang takut mati. Bunda Teresa dari Kalkuta, India, dengan penuh kasih merawat orang-orang yatim piatu, sekarat, dan miskin. Ternyata, menurut pengalamannya, tidak sedikit dari antara mereka adalah orang-orang yang kesepian. Orang yang sakit keras dan sekarat membayangkan kematiannya, bertanya apakah mereka akan masuk surga atau neraka. Padahal, justru ketika kita membayangkan Tuhan sudah menunggu kita, niscaya kita tidak akan kesepian dan takut menghadapi kematian.

Misa hari ini adalah masa akhir tahun liturgi. Saat ini, kita dihadapkan pada dunia yang hancur. Namun, ingatlah bahwa firman Tuhan tidak akan pernah hancur. Saat ini manusia membangun, tetapi banyak yang hanya menilai hidup berdasarkan angka (logaritma). Apakah kita membangun sesuatu yang ada di luar diri kita sehingga dapat meneguhkan bahwa kita berharga? Selama ini kita berfokus pada kehidupan duniawi dan melupakan Tuhan.

Marilah kita mencoba mendekatkan diri kepada Tuhan, memuliakan-Nya, dan merasakan bahwa kita terhubung kepada-Nya. Jadikanlah Tuhan sebagai pusat hidup kita, yang selalu kita rindukan sehingga kemuliaan-Nya beserta kita. Tuhan menjadi kekuatan dalam diri kita, menjadi cahaya dan penerang, serta menjadi penolong bagi semua orang. Marilah kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan Allah, karena Dia tidak pernah membiarkan kita sendirian di tengah dunia yang kacau. Inilah saatnya bagi kita untuk menerima tawaran Tuhan sehingga semuanya itu menjadi sumber kekuatan bagi kita. Amin.

Penulis : Marianus Aris