Homili HARI MINGGU BIASA XXX, 26 OKTOBER 2025

November 6, 2025

HARI MINGGU BIASA XXX, 26 OKTOBER 2025

BACAAN INJIL ;  Lukas 18:9–14

HOMILI RP AGUSTINUS SUGIYANTO, CM

Dalam perumpamaan tentang Orang Farisi dan Pemungut Cukai, Yesus menegur sikap orang yang merasa dirinya paling benar dan merendahkan orang lain. Orang Farisi berdoa dengan bangga, memamerkan kebaikannya. Ia merasa pantas di hadapan Allah. Sebaliknya, pemungut cukai hanya menunduk dan mengakui dosanya. Ia tahu dirinya tidak layak, tapi ia percaya akan kasih Allah.
Yesus menegaskan bahwa yang dibenarkan adalah pemungut cukai, bukan orang Farisi. Mengapa? Karena Allah tidak melihat banyaknya perbuatan baik, melainkan kerendahan  dan ketulusan hati. Kerendahan hati membuat kita sadar bahwa segala sesuatu berasal dari Allah, bukan dari usaha atau kesalehan kita. Saat kita mengandalkan diri sendiri, doa kita kosong. Tapi saat kita datang dengan hati hancur dan jujur, Allah berkenan mendengarkan.
Hari ini kita diajak untuk memeriksa diri: Apakah kita berdoa untuk memuji Allah atau membanggakan diri? Apakah kita mudah menilai orang lain, atau justru berbelas kasih kepada mereka? Mari belajar seperti pemungut cukai itu. Datang kepada Tuhan dengan hati rendah dan jujur. Karena hanya yang merendahkan diri akan ditinggikan oleh Allah.

PENULIS : KRISTIAN