HOMILI MISA MINGGU PALMA, MINGGU 29 MARET 2026
April 4, 2026
Homili oleh Rp. Y. Tm. Puji Nurcahyo, CM
“YESUS mengosongkan diri dan taat kepada kehendak Bapa-Nya.”
Minggu Palma adalah penggenapan nubuat para nabi dan apa yang tertulis dalam Kitab Nabi-nabi. Yesus memasuki kota Yerusalem karena Ia menggenapi apa yang dikehendaki oleh Bapa-Nya. Peristiwa ini menjadi pengingat dan teladan bagi kita agar menjadi seperti Yesus.
Seperti yang tertulis pada Bacaan Kedua; Dia yang dalam diri-Nya memiliki kepenuhan Allah telah mengosongkan diri-Nya dan menjadi hamba bahkan rela mati dengan penuh penderitaan (Filipi 2:6–11).
Hendaknya kita pun dapat belajar mengosongkan diri seperti Yesus dan hidup dalam kerendahan hati dengan setia melaksanakan kehendak Allah dalam kehidupan kita.
Renungan Kehidupan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering lebih disibukkan dengan diri kita sendiri. Kita terbiasa melakukan sesuatu menurut keinginan kita, kehendak kita, dan pikiran kita sendiri. Kita merasa benar, tidak ingin disalahkan, serta enggan untuk mengalah. Bahkan kita mudah menjadi marah ketika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Semua itu seringkali hanya berpusat pada diri kita sendiri.
Melalui perayaan Minggu Palma ini, kita kembali diingatkan bahwa untuk menjadi pengikut Tuhan, kita dipanggil untuk belajar mengosongkan diri, meninggalkan keegoisan, dan membuka hati untuk mengikuti kehendak Allah.
Ketika kita mengosongkan diri, maka Tuhan akan mengisi hidup kita, Tuhan akan hadir, memberi suka cita dan memberikan damai sejahtera.
Seperti ketika kita akan menerima sesuatu tapi tangan kita tetap menggenggam, maka kita tidak dapat menerima pemberian tersebut. Tetapi ketika kita membuka tangan kita, maka pemberian itu dapat kita terima.
Hal yang sama ketika kita mau menerima rahmat, berkat, damai dan suka cita dari Tuhan. Kita harus belajar mengosongkan diri dan belajar melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa, sama seperti Yesus.
Belajar memikul salib kehidupan. Siapa salib kehidupan kita? Yaitu mereka yang selalu hadir dalam kehidupan kita seperti pasangan, anak, atau orangtua.
Salib artinya adalah CINTA. Dengan mencintai artinya kita rela untuk berkorban. Yesus sangat mencintai kita, Dia rela mengorbankan dirinya untuk kita.
Penulis : Petronela Yani