HOMILI HARI PESTA KELUARGA KUDUS, 28 DESEMBER 2025

January 7, 2026

HOMILI HARI PESTA KELUARGA KUDUS

28 DESEMBER 2025

Bacaan Injil: Matius 2:13–15, 19–23

RP. YOHANES THOMAS MARIA PUJI NURCAHYO, CM

Injil hari ini memperlihatkan bagaimana Allah bekerja dalam keheningan, melalui mimpi, dan melalui ketaatan orang-orang sederhana. Yusuf bukan tokoh yang banyak berbicara, tetapi ia adalah pribadi yang mendengarkan dan taat sepenuhnya pada kehendak Allah.

Ancaman Herodes menunjukkan bahwa sejak awal kehidupan-Nya, Yesus sudah berada di tengah bahaya. Namun Allah tidak pernah tinggal diam. Ia mengutus malaikat untuk memperingatkan Yusuf. Tanpa menunda, Yusuf bangun di malam hari, membawa Maria dan Yesus, lalu pergi ke Mesir. Ketaatan Yusuf menyelamatkan Sang Juruselamat. Ia tidak bertanya mengapa, tidak menawar, dan tidak menunda—ia percaya.

Perjalanan ke Mesir, kembali ke Israel, dan akhirnya menetap di Nazaret menunjukkan bahwa jalan hidup orang beriman tidak selalu lurus dan nyaman. Ada ketakutan, ketidakpastian, bahkan penderitaan. Namun justru melalui jalan yang berliku itulah, rencana Allah digenapi.

Nazaret bukan kota besar dan bukan tempat istimewa menurut ukuran dunia. Namun dari sanalah Yesus dikenal sebagai orang Nazaret. Allah mengajarkan kita bahwa Ia bekerja melalui kesederhanaan dan kerendahan hati.

Renungan hari Minggu ini mengajak kita untuk belajar dari Santo Yusuf: mendengarkan suara Tuhan, taat meskipun tidak mengerti sepenuhnya, dan percaya bahwa Allah selalu menyertai langkah hidup kita. Amin


Penulis: Kristian