HOMILI MISA MALAM NATAL, 24 DESEMBER 2025

January 6, 2026

HOMILI MISA MALAM NATAL
24 DESEMBER 2025

Injil Matius 1:1–25
RP. LAURENTIUS PRASETYO, CDD
NATAL adalah kedatangan. Natal adalah kelahiran. Tema Natal tahun ini , β€œAllah Datang untuk Menyelamatkan Keluarga.” Mengapa tema ini yang dipilih ? Dalam bacaan Injil. Yusuf galau, karena Maria sudah mengandung. Padahal Yusuf dan Maria belum menikah. Dalam kegalauannya, Allah datang melalui malaikat mengingatkan Yusuf dengan berkata, β€œ Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu.” Dalam kegalauan Allah datang. Dalam setiap kegelisahan pasti ada jalan keluar. Bagaikan alam semesta, setelah hujan badai melanda, pasti ada udara segar. Alam menjadi damai. Yusuf juga mengalami hal ini. Setelah dikuatkan oleh malaikat Tuhan, dia mengambil Maria sebagai istrinya, tetapi tidak bersetubuh dengannya.

Ada tiga pesan yang dapat dimaknai dari Yusuf dalam bacaan Injil hari ini.

Pertama, Yusuf tulus melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Yusuf sebagai seorang suami dan ayah, dengan tanggung jawab dan beban yang dipikulnya, dalam diamnya menjadi sosok yang tegar. Sama seperti Yusuf, dalam diamnya seorang suami dan ayah harus berpikir bagaimana keluarganya harus hidup, menafkahi keluarganya, bagaimana mewujudkan keinginan anaknya. Seorang ayah dalam diamnya, berpikir keras untuk orang-orang yang dia cintai. Demikian pula dengan Yusuf. Dia adalah orang yang tulus.

Kedua, dalam diri Yusuf ada keterbukaan, terbuka dengan rencana Allah. Setiap orang punya rencana, tapi Tuhan juga punya rencana dalam hidup kita. Seperti dalam Yesaya 55:8-9, β€œ Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dan bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”

Ketiga, Yusuf taat. Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya, seperti yang Tuhan katakan kepadanya. Dalam taat, ada kasih. Sama seperti Yusuf, dalam kehidupan sehari-hari, para suami tidak pernah membantah ketika istri dan anak meminta sesuatu. Suami dalam diamnya akan berusaha mewujudkan permintaan tersebut. Maka layaklah apabila seorang istri dan anak, menghargai suami dan ayah. Katakannya β€œ Aku mencintaimu. Aku bangga kepadamu.”

Setiap keluarga pasti memiliki masalah. Tetapi semua itu dapat diatasi ketika keluarga itu memiliki kepercayaan, komitmen dan komunikasi. Tiga hal ini akan memperbaharui hidup dalam berkeluarga. Natal mengundang kita untuk membangun sebuah keluarga yang baru. Baru dalam sikap, baru dalam bertutur kata, baru dalam tindakan. Saling memaafkan, saling menyayangi dan mencintai dalam setiap pergumulan.

Yang terpenting, percayalah Tuhan akan datang dan menyelamatkan serta memperbaharui keluarga kita. Keluarga adalah gereja terkecil, dimana disitu benih kasih dan cinta ditumbuhkan, benih pengampunan dilahirkan. Asalkan ada pengampunan, hidup akan damai. Itulah makna sesungguhkan dari Natal, bahwa misteri Allah telah menjadi manusia untuk menebus manusia dari dosa. Natal adalah firman yang menjadi manusia dan tinggal diantara kita,

Penulis : Marianus Aris