HOMILI HARI MINGGU ADVENT PERTAMA, 30 NOVEMBER 2025
December 1, 2025
HARI MINGGU ADVENT PERTAMA, 30 NOVEMBER 2025
INJIL MATIUS 24:37–44
Homili oleh: RP. Agustinus Sugiyanto, CM
Dalam Bacaan Pertama (Yes 2:1-5), Yesaya menyampaikan firman Allah bahwa Allah menghimpun semua bangsa untuk datang ke gunung Tuhan, yaitu ke rumah Allah, untuk mempelajari jalan-Nya dan menemukan arti hidup yang penuh kedamaian. Di sanalah manusia diajak untuk berjalan di dalam terang Tuhan.
Pada masa Adven ini, kita diajak untuk membuka hati dan masuk ke rumah Allah, memahami jalan-Nya, mendengarkan sabda-Nya, serta memperhatikan setiap perintah-Nya. Dengan demikian, kita dimampukan untuk berjalan dalam terang kasih Allah.
Masa Adven ditandai dengan penyalaan lilin satu per satu, dimulai dari Minggu Pertama sampai Minggu Keempat. Ini melambangkan perjalanan kita menuju terang. Setiap lilin yang menyala adalah simbol niat kita untuk semakin mendekat kepada Tuhan. Semakin kita bersungguh hati datang ke rumah-Nya, semakin terang pula jalan hidup kita untuk belajar dan memahami kehendak-Nya.
Namun kenyataannya, kita sering kali tetap berjalan dalam kegelapan. Dalam Bacaan Kedua (Rom 13:11-14a), Santo Paulus mengibaratkan kita bagaikan berada di tengah malam yang perlahan menuju pagi, saat gelap mulai digantikan cahaya. Kita diajak untuk hidup sopan dan bermartabat, meninggalkan perbuatan kegelapan dan mengenakan senjata terang, yaitu Kristus sendiri. Hawa nafsu, perselisihan, iri hati, dan segala tindakan yang menjauhkan kita dari kasih Tuhan adalah bagian dari kegelapan yang harus kita lepaskan. Adven adalah perjalanan menuju Kristus, Sang Terang Dunia.
Dalam kelemahan kita sebagai manusia yang mudah terperdaya oleh banyak hal, Yesus mengingatkan dengan tegas untuk “Berjaga-jagalah!” karena Tuhan akan datang secara tiba-tiba tanpa seorang pun mengetahui waktunya. Ketika Ia datang, tidak ada yang mampu menghalangi-Nya; bahkan kegelapan pun berubah menjadi terang di hadapan-Nya. Kepastian kedatangan Tuhan inilah yang membuat kita perlu selalu siap sedia, sebagaimana Mazmur Tanggapan hari ini yang mengajak: “Angkatlah kepalamu!”
Di masa Adven ini, kita diajak mempersiapkan diri dengan membersihkan hati untuk menyambut kedatangan Yesus, Sang Juru Selamat. Sakramen Pengakuan Dosa menjadi sarana penting untuk membersihkan hati, agar kita layak datang ke rumah Tuhan dengan sukacita dan kerendahan hati.
Selama empat minggu masa Adven ini, marilah kita membentuk diri menjadi pribadi yang sopan, bersih hati, dan terbuka pada kehendak Allah. Hingga pada waktunya, ketika Yesus datang menyelamatkan kita di tengah kegelapan dunia, kiranya kita dapat bergegas seperti para gembala yang penuh sukacita menyambut Sang Juru Selamat. Dengan hati yang pantas dan penuh syukur, kita memuji Allah dan merasakan kehadiran-Nya sebagai Terang yang menghidupkan.
Penulis : Irene Desira L. Tobing