HOMILI MISA SYUKUR 25 TAHUN PAROKI KELUARGA KUDUS PONTIANAK
November 6, 2025
MISA SYUKUR 25 TAHUN PAROKI KELUARGA KUDUS PONTIANAK
SABTU, 25 Oktober 2025– Gua Maria Anjongan
BACAAN INJIL : LUKAS 13:1-9
HOMILI : RP. YOHANES THOMAS MARIA PUJI N, CM
MERAJUT KELUARGA BERPENGHARAPAN
ULANG TAHUN KE -25 PAROKI KELUARGA KUDUS PONTIANAK
Di tahun Yubelium 2025 ini, kita meneguhkan kembali pengharapan sebagai kata kunci dalam perjalanan iman yang berbuah dalam suka cita. Hari ini kita berkumpul di Gua Maria Anjongan dalam suka cita ziarah bersama, mensyukuri berkat Tuhan yang kita alami langsung, baik sebagai pribadi maupun dalam setiap keluarga. Syukur ini memuncak dalam perayaan ke-25 tahun Paroki Keluarga Kudus, dan pada kesempatan di Bulan Rosario ini – bersuka cita bersama Bunda Maria, karena Tuhan terus menyertai dan memelihara pertumbuhan hidup menggereja dalam perjalanan paroki kita selama 25 tahun.
Melalui Injil yang kita dengarkan, kita diingatkan akan panggilan utama untuk berbuah. Tuhan memberi kita waktu, kesempatan, dan rahmat agar hidup ini tidak menjadi sia-sia. Seperti perikop Injil yang kita dengarkan pada bacaan hari ini, di mana pohon ara yang tidak berbuah dalam kesempatan yang telah diberikan akan ditebang. Dari perumpamaan pohon ara itu, kita diajak untuk konsekuen melakukan perubahan dalam kehidupan kita. Perumpamaan tentang pohon ara yang belum berbuah serta penjaga kebun yang memohon tambahan waktu mengajak kita untuk menyadari kembali, bahwa Tuhan selalu sabar menantikan buah dari setiap usaha yang kita lakukan bersama Dia dalam hidup kita. Setiap buah yang muncul merupakan ungkapan sebuah keberanian, dimana kita diajak untuk berani memberikan manfaat dan menjadi berkat bagi sesama, dengan menghadirkan sukacita dan mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan serta sesama.
Selama 25 tahun perjalanan Paroki, Keluarga Kudus, kita semua diajak dan di undang untuk menghasilkan buah yang nyata dalam kehidupan. Berbuah artinya berani berbagi, dimana setiap buah yang ada berhasil menghadirkan kebaikan, yang berdampak bagi keluarga, lingkungan, masyarakat, negara, gereja, orang tua, serta relasi, teman dan kerabat. Juga yang terutama bagi Allah. Saat kita berbuah, harapan tumbuh dan terpancar bagi siapa saja yang kita jumpai.
Harapan dan perubahan juga bermakna sebagai panggilan untuk berani bertobat. Pertobatan berarti kesediaan untuk berubah menjadi lebih baik, di mana kitadiajak untuk memperbarui cara berpikir, memandang hal-hal dengan positif, tidak selalu berpikir negatif, serta berkomitmen untuk mewujudkan kebaikan dalam tindakan nyata.
Perayaan syukur yang kita jalani hari ini bukan hanya untuk memuji dan memuliakan Tuhan, namun juga mempertegas tekad untuk menghasilkan buah-buah kebaikan yang menggembirakan banyak orang. Kiranya Tuhan sendiri lah yang terus menyertai langkah kita agar Paroki Keluarga Kudus semakin mampu merajut keluarga yang berpengharapan, berbuah dalam kasih Kristus, dan menjadi berkat bagi sesama. Amin.
PENULIS : Maria Aprilinda