Homili Misa Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-80,Minggu 17 Agustus 2025
August 26, 2025
MINGGU,17 AGUSTUS 2025
PERAYAAN EKARISTI HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
BACAAN INJIL Matius 22:15-21
Homili Diakon Firminus Marianto, CM
Pada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, apakah kita sudah sungguh menjadi pribadi yang merdeka? Dalam bacaan kedua (1Ptr 2:13-17) Rasul Petrus mengatakan kepada kita semua; Hiduplah sebagai orang – orang yang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan – kejahatan mereka tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Orang yang merdeka adalah mereka yang menghargai, menghormati dan mengasihi saudara- saudaranya dan takut akan Allah.
Lalu bagaimana kita mengisi kemerdekaan itu ? Dalam bacaan pertama (Sir 10:1-8) tertulis, pemerintahan yang bijak memperhatikan ketertiban dalam masyarakat, pemerintahan yang arif adalah yang teratur. Dengan menjadi pribadi yang arif dan bijaksana kita akan menjadi pribadi yang merdeka.
Ada dua poin menurut Yesus yang akan menjadikan kita pribadi yang merdeka. Pertama, jadilah pribadi yang taat pada aturan dan taat pada hukum, seperti yang Yesus katakan dalam bacaan Injil (Mat 22:15-21), “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Selain itu, orang yang taat pada aturan dan hukum adalah orang yang tidak korupsi. Bukan hanya korupsi uang tapi juga korupsi waktu, contohnya dalam berumah tangga. Jadilah pasangan yang setia, jangan selingkuh karena itu termasuk korupsi. Mahasiswa kuliah jangan ditunda-tunda selesainya, karena itu termasuk korupsi. Anak sekolah yang malas belajar adalah korupsi juga, karena menyalahgunakan kepercayaan orangtua. Intinya, mereka yang melakukan korupsi berarti hidupnya belum merdeka.
Yang kedua, selain taat kepada hukum, kita harus taat kepada Allah. Orang katolik adalah orang yang mencintai dan mengenal Tuhan sebagai Allah yang berbelas kasih. Karena Allah punya belas kasih maka kita juga membalasnya dengan berbelas kasih. Jadilah pribadi yang berbelas kasih dengan cara yang sederhana, mulailah kepada orang-orang yang berada disekitar kita. Berilah senyum jangan sering merengut.
Inilah yang diminta Tuhan untuk mengisi kemerdekaan yaitu : taat pada aturan, hukum dan Allah. Marilah kita mohon penyertaan Roh Kudus agar kita dapat menjadi orang katolik yang merdeka.